Minggu, 22 September 2013
Kamis, 18 Juli 2013
Tim Sepak Bola SMPN 4 Kuta Selatan Juara LPI Prov. Bali
TIM SEPAK BOLA SMPN 4 KUTA SELATAN
JUARA I LIGA PENDIDIKAN INDONESIA (LPI) PROVINSI BALI
Liga Pendidikan Indonesia
merupakan ajang pencarian bakat dibidang sepak bola tahun ini LPI tingkat SMP
dilaksanakan dari 15 s/d 17 Juli 2013 yang dilaksanakan di Lapangan Sidakarya
Denpasar Selatan. Pesertanya merupakan perwakilan dari masing-masing kabupaten.
Kesebelasan SMPN 4 Kuta Selatan
sebagai wakil dari Kabupaten Badung berhasil meraih juara I, menundukan
lawan-lawannya semua lawan-lawannya. Dengan perolehan nilai sempurna yaitu
dalam 3 kali pertandingan Tim Fourkuseta meraih nilai penuh yaitu 9 poin dan
tanpa sekalipun kebobolan. Tim asuhan dari I Nyoman Suasta, S.Pd, M.Pd ini sudah mendominasi dari awal pertandingan,
pertama dengan Tim dari Kodya Denpasar dengan skor 2 : 0, dengan Tim dari kamupaten
Buleleng 1 : 0 dan Badung Vs Tabanan dengan skor 3 : 0.
Walaupun tim Fourkuseta tidak
diperkuat penjaga gawang utamanya yang terpilih menjadi timnas U-14, tetapi tim
lini belakang Tim SMPN 4 Kuta Selatan tetap tangguh dibawah penjagaan Ida Bagus
Made Dwika Satyana sebagai penjaga gawang terbukti dengan tanpa kebobolan.
Dengan official I Made Gede
Suamba sebagai asisten pelatih, I Ketut Arka, S.Pd sebagai manager I dan
manager II nya I Wayan Sata S.Pd. Tim yang sangat solid ini ditempa dengan
penuh kerja keras dan berhasil meraih kemenangan. Selain itu Tim Badung juga
mendapatkan top Skor atas nama Rendi Angga Jaya dengan Perolehan 5 gool dari 3
pertandingan.
Penyerahan piala dan bonus
diserahkan di Lapangan Pegok Denpasar yaitu Juara I 15 juta, Juara II Rp. 10
juta, juara III = 5 juta dan Top skornya sebanyak 3 Juta rupiah.
Drs. I Wayan Tur Adnyana, M.Pd
selaku Kepala SMPN 4 Kuta Selatan merasa sangat bangga dengan perolehan
kesebelasan SMPN 4 Kuta Selatan yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Badung
yang akan berlaga di LPI tingkat nasional Oktober mendatang.
Minggu, 16 Juni 2013
GURU dan SISWA
Antara GURU dan SISWA
Kalau anda bertanya kepada para siswa, apa bedanya guru dan siswa maka mereka akan dengan seragam mengatakan kalau guru mengajar dan siswa diajar dan heeeem belajar. Benarkah jawaban para siswa tersebut?
Guru adalah orang yang bertugas mendidik dan mentransferkan
ilmunya kepada para peserta didiknya. Siswa adalah peserta didik yang berhak
mendapatkan bimbingan dari seorang guru. Guru dan siswa adalah satu kesatuan
dalam proses pendidikan. Masing-masing berperan dengan fungsi dan tugasnya
masing-masing. Guru dan siswa sama-sama memiliki hak dan kewajiban.
Hak seorang guru adalah mengajarkan ilmunya, sedangkan
kewajiban seorang guru adalah mentransferkan ilmu yang dimilikinya dengan gaya
mengajar yang unik. Anda boleh berbeda dengan saya, karena banyak hak dan
kewajiban seorang guru yang bisa dituliskan di sini. tapi intinya guru berhak
mendapatkan kesejahtaeraan yang layak setelah segala kewajibannya telah dia
penuhi. Sama halnya dengan seorang warga negara yang baik. Dia memiliki kewajiban
membayar pajak kepada negara, tetapi setiap warga negara berhak mendapatkan
pelayanan yang layak dari negara.
Hak seorang siswa adalah mendapatkan bimbingan dan pelayanan
prima dari guru. Sedangkan kewajiban siswa yang utama adalah belajar, berusaha
memahami ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh gurunya. Di sinilah terjadi
proses interaksi guru dan siswa. Siswa dan guru sebenarnya sama-sama belajar.
Mereka melakukan apa yang disebut proses pembelajaran. Dari proses pembelajaran
inilah didapatkan potensi unik siswa dan hasil belajar yang diharapkan. Guru
mengajar, siswa diajar. Guru mengawasi, siswa mengerjakan kegiatan yang
diperintahkan guru. Semua perintah guru itu tertulis dalam apa yang disebut
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Namun, seiring berjalannya waktu, peran dan fungsi mereka
tidak lagi diajar dan mengajar. Guru dan siswa sebenarnya sama-sama belajar. Di
sanalah terjadi proses pembelajaran. Sebuah proses yang membawa guru dan siswa
berinteraksi dalam memahami materi pelajaran. Guru dan siswa sama-sama mengupas
kebenaran yang terjadi dalam khasanah ilmu pengetahuan yang beragam. Di sanalah
terjadi proses yang disebut saling memberi informasi dan saling berkomunikasi.
Dimana siswa bertanya, guru menjawab. Begitupun sebaliknya, bila guru ingin
menguji sampai dimana pemahaman siswa tentang materi yang diberikannya.
Sebenarnya dalam era TIK sekarang ini banyak guru yang belajar dari siswa.
Banyak guru yang belum melek TIK, dan belajar dari para siswanya. Akhirnya
siswa mengajar guru, dan guru diajar siswa. Dimana pernah terjadi ada siswa SMK
yang mengajari gurunya berinternet ria. Salahkah? Tidak. Itu sudah biasa.
Pembelajaran yang berkualitas dapat tercapai karena adanya
guru yang memahami perannya dengan baik, sehingga siswa merasakan bahwa gurunya
adalah guru yang bisa mendampinginya dalam memahami khasanah ilmu pengetahuan
yang bertebaran di muka bumi ini. Guru memerlukan siswa, siswa memerlukan guru.
Adakah guru tanpa siswa? Lalu adakah siswa tanpa guru? Guru dan siswa seperti
romeo dan yuliet yang saling menyayangi dan membutuhkan. Kalau ada kasus,
dimana guru sampai menampar siswa, itu tandanya nilai-nilai kasih dan sayang
telah berkurang di hati guru. Mungkin guru itu perlu belajar dan menonton film
Romeo and Yuliet. Atau juga perlu menonton film best seller laskar
pelangi berkali-kali.
Guru dan siswa adalah pasangan pembelajaran yang tak akan
pernah hilang dalam dunia pendidikan kita. Tinggal kita mengolahnya menjadi
pasangan yang indah, penuh warna-warni bak pelangi, dan disanalah para guru
akan lebih mengenal karakter para siswanya dengan baik.
MOS DI SMPN 4 Kuta Selatan
TINGKATKAN
KEDISIPLINAN MELALUI MASA ORIENTASI SISWA (MOS)
DI SMPN 4 KUTA SELATAN
Komite SMPN 4 Kuta Selatan Membuka MOS
Semangat siswa baru menjadi tambah meriah ketika terdengar teriak siap calon peserta didik baru SMPN 4 Kuta Selatan. Dari tanggal
9 Juli 2012 kelurahan Benoa tepatnya di area Pasar sentral dipadati oleh calon
siswa baru dan orang tua siswa yang sejak pagi berbondong-bondong melihat
pengumuman penerimaan calon peserta didik baru di SMPN 4 Kuta Selatan.
Ketua Panitia PPBD Drs. I Nyoman Suwita ketika
diwawancarai disela-sela kesibukannya menyatakan sangat kewalahan, banyaknya
siswa yang mendaftar diluar dari prediksi, namun berkat kerja keras dari
seluruh panitia akhirnya terselesaikan dengan baik.
Animo masyarakat besar sekali untuk
memasukan anak mereka di SMPN 4 Kuta Selatan, ini terbukti dari awal pendaftaran ulang 10 – 12
Juli 2012 masyarakat berdesak-desakan untuk mendaftaran anak-anaknya yaitu dari
4 kelas yang direncanakan (160 siswa), karena desakan dari orang tua siswa
akhirnya diterimalah 8 kelas (341 siswa). Bagitu antusiasnya masyarakat
terhadap sekolah ini, mengingat banyak prestasi yang telah diraih SMPN 4 Kuta
Selatan dalam bidang akademik maupun non akademik baik ditingkat kabupaten,
nasional bahkan di kancah internasional.
Disisi
lain pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dilaksanakan dari tanggal 16
sampai 18 Juli 2012 yang dibuka oleh Ketua komite I Wayan Rawan Atmaja, serta
anggota komite yang lain dengan mengambil tempat di area parkir eks-tragia
Kelurahan Benoa berlangsung ini berlangsung dengan hikmat. Dengan semangat
perjuangan belajar seluruh calon siswa baru melaksanakan upacara dengan penuh
disiplin. Kegiatan MOS yang beragendakan pencerahan kedisiplinan, tata tertib
sekolah, abservasi lingkungan, hak dan kewajiban siswa, wawasan nusantara serta
PBB dilaksanakan dengan penuh semangat oleh seluruh calon peserta didik baru.
Penutupan
MOS dilaksanakan di area Pura Gunung Payung Desa Adat Kutuh kecamatan Kuta
Selatan kabupaten Badung yaitu yang dirangkaikan dengan kegiatan bhakti sosial
dan penanaman pohon cepaka di areal pura, persembahyangan, dan penyerahan
sumbangan berupa 4 buah tempat sampah, serta dana punia yang diserahkan oleh
ketua panitia MOS I ketut Arka, S.Pd, M.MPd kepada Bendesa Adat Kutuh I Ketut
Suwena S.Ag. Dengan penuh kehangatan Beliau menyapa seluruh panitia beserta
calon peserta didik baru SMPN 4 Kuta Selatan dan berharap kegiatan-kegiatan
serupa rutin dilakukan guna pengenalan lingkungan dan pura kepada seluruh
siswa.
WAKIL BUPATI BADUNG TINJAU PELAKSANAAN UAN DI SMPN 4 KUTA SELATAN
WAKIL BUPATI BADUNG TINJAU PELAKSANAAN UAN
DI SMPN 4 KUTA SELATAN
Wakil Bupati Badung memberikan beasiswa kepada OSIS SMPN 4 Kuta selatan
“Pantauan pelaksanaan UN di tingkat SMP ini dilihat
dari sisi kesiapan pelaksanaan oleh panitia daerah sudah sangat siap dan tanpa
hambatan, dari segi soal semuanya sudah klop, dari peserta semuanya mengikuti
UN walaupun 1 orang siswa mengikuti UN di Rumah Sakit karena DB, dan tak kalah
pentingnya semua pengawas hadir ”, ungkap Wakil Bupati Badung I Ketut Sudikerta
saat meninjau pelaksanaan UN di SMPN 4 Kuta Selatan, Senin (22/4). Turut serta
dalam peninjauan tersebut Inspektorat Kabupaten Badung, Kadis Pendidikan,
Pemuda dan OlahRaga, Kepala Badan Kesatuan Bangsa,Politik dan Perlindungan
Masyarakat, Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung dan
Kepala Bagian Humas dan Protokol Kab. Badung.
Sudikerta dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan agar para siswa
selalu tekun dan sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu sehingga dapat
menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa serta senantiasa dapat membantu
orang tua sepulang sekolah. “Pulang sekolah jangan keluyuran lagi tapi lakukan
hal yang bermanfaat bagi kita seperti membantu orang tua mengerjakan pekerjaan
rumah seperti menyapu halaman, merapikan tempat tidur dan lainnya,” nasehat
Sudikerta.
Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 4 Kuta Selatan I wayan Tur Adnyana melaporkan
disela-sela kunjungan bahwa ujian hari pertama adalah mata pelajaran Bahasa
Indonesia. Total siswa yang mengikuti UN sebanyak 334 siswa. Dari 334 siswa 333
siswa melaksanakan UN di sekolah sementara 1 siswa melaksanakan UN di rumah
sakit karena Demam Berdarah. Adapun ruangan ujian yang dipergunakan sebanyak 17
ruangan dengan jumlah pengawas sebanyak 34 orang yang berasal 7 sekolah dari
Rayon IX.
UN SMP ini
dilaksanakan serempak di Kabupaten Badung dan selesai pelaksanaan UN hari ini,
hasil UN akan diserahkan langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Badung yang
berlokasi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Mangupraja Mandala. PUT-MB
Jumat, 30 November 2012
Tim Sepak Bola Fourkuseta Latih Tanding Di Kota Apel
TIM SEPAK BOLA SMP 4 KUTA SELATAN MENJAJAKI TIM-TIM UNGGULAN DARI KOTA MALANG
Malang, pertandingan sepak bola antara Tim Kesebelasan SMPN 4
Kuta Selatan dengan tim-tim sepak bola Kota Malang berlangsung sengit dalam
rangka latih tanding untuk persiapan PORJAR dan Liga Pelajar yang akan
dilaksanakan bulan maret mendatang.
Latih tanding dengan tim-tim unggulan dari kota apel ini
dilaksanakan dari tanggal 3-4 Februari 2010. Kegiatan diawali dengan
persembahyangan bersama di Pura Semeru desa Senduro dan Pura Giri Arjuno, dengan
menggunakan 1 bus dan 1 mobil pribadi rombongan yang terdiri dari 35 siswa
(pemain sepak bola), Kepala SMPN 4 Kuta Selatan, guru-guru dan pegawai SMPN 4
Kuta Selatan, pelatih beserta orang tua
beberapa pemain.
Ketika diwawancarai Kepala
SMPN 4 Kuta Selatan Drs. I Wayan Tur Adnyana, MM mengatakan bahwa “Kegiatan ini
bertujuan untuk meningkatkan skill dan
mental pemain ini guna persiapan PORJAR dan LPI yang akan dilaksanakanan bulan
maret mendatang”.
Tur Adnyana juga menyatakan ,kalau ini meupakan bonus kepada Tim SMPN 4 Kuta Selatan yang
telah mendapat Juara I di kabupaten dan Juara III di Provinsi, maka dari itu
bakat yang dimiliki harus diasah untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik
lagi malalui latih tanding dengan tim-tim unggulan seperti ini.
Pertandingan pertama dilaksanakan
hari jumat melawan tim sepak bola dari SSB Putra Dewa U-14 dan dari SSB
Nussantara Malang U-16 dengan mengambil tempat di Lapangan Brawijaya Malang.
Tim SMPN 4 Kuta Selatan binaan dari I Nyoman Suasta S.Pd yang
mana beberapa pemain juga ikut di SSB ARTANTA Taman Griya Jimbaran asuhan dari
Bapak Maulala, menurunkan 2 tim
terbaiknya, tim I yang dimotori oleh Komang Aldi Saskara dkk, berhasil menahan
imbang tim dari SSB Putra dewa dengan skor kacamata (0-0), sedangkan tim II
dimotori oleh Indra Firgantara juga menahan imbang tim sepak bola dari SSB
Nusantara dengan skor ( 1=1 ). Walaupun hujan membasahi lapangan namun kedua
tim tetap semangat untuk memperoleh kemenangan berkat kegigihan dari seluruh
pemain akhirnya dapat menahan imbang tim tuan rumah yang notabena adalah
tim-tim tangguh dari kota malang.
Tur Adnyana dengan dukungan dari orang tua pemain yang juga
ikut diantaranya si kembar Tri Saputra
(gelandang) & Dwi setiawan (sayap kiri) yaitu Bapak Mangku Sueca,I Made
Sarwa sekeluarga yaitu Bapak dari Komang Aris Setyawan (penjaga gawang).
Nyoman Suasta selaku pelatih Tim SMPN 4 Kuta Selatan Juga
Mengakui keunggulan Arema, baik dari segi teknik, maupun dari kesiplinan
bermainya yang patut di contoh. Walaupun belum memperoleh kemenangan namun
tim-nya sudah berjuang dan berusaha memberikan yang terbaik, disinilah mereka
banyak belajar untuk dapat meningkatkan kemampuan.
Tim Akademi Arema dengan coats Doni Suherman dan Menajernya
Prayitno Setiawan menyatakan bahwa tim SMPN 4 Kuta Selatan tidak kalah bagus
karena dapat memberikan perlawanan untuk tim-nya yang mana sebagian besar
pemainnya duduk di bangku SMA.
Langganan:
Postingan (Atom)





