Kamis, 18 Juli 2013

Tim Sepak Bola SMPN 4 Kuta Selatan Juara LPI Prov. Bali


TIM SEPAK BOLA SMPN 4 KUTA SELATAN

JUARA I LIGA PENDIDIKAN INDONESIA (LPI) PROVINSI BALI


Liga Pendidikan Indonesia merupakan ajang pencarian bakat dibidang sepak bola tahun ini LPI tingkat SMP dilaksanakan dari 15 s/d 17 Juli 2013 yang dilaksanakan di Lapangan Sidakarya Denpasar Selatan. Pesertanya merupakan perwakilan dari masing-masing kabupaten.

Kesebelasan SMPN 4 Kuta Selatan sebagai wakil dari Kabupaten Badung berhasil meraih juara I, menundukan lawan-lawannya semua lawan-lawannya. Dengan perolehan nilai sempurna yaitu dalam 3 kali pertandingan Tim Fourkuseta meraih nilai penuh yaitu 9 poin dan tanpa sekalipun kebobolan. Tim asuhan dari I Nyoman Suasta, S.Pd, M.Pd  ini sudah mendominasi dari awal pertandingan, pertama dengan Tim dari Kodya Denpasar dengan skor  2 : 0, dengan Tim dari kamupaten Buleleng  1 : 0 dan Badung  Vs Tabanan dengan skor 3 : 0.

Walaupun tim Fourkuseta tidak diperkuat penjaga gawang utamanya yang terpilih menjadi timnas U-14, tetapi tim lini belakang Tim SMPN 4 Kuta Selatan tetap tangguh dibawah penjagaan Ida Bagus Made Dwika Satyana sebagai penjaga gawang terbukti dengan tanpa kebobolan.

Dengan official I Made Gede Suamba sebagai asisten pelatih, I Ketut Arka, S.Pd sebagai manager I dan manager II nya I Wayan Sata S.Pd. Tim yang sangat solid ini ditempa dengan penuh kerja keras dan berhasil meraih kemenangan. Selain itu Tim Badung juga mendapatkan top Skor atas nama Rendi Angga Jaya dengan Perolehan 5 gool dari 3 pertandingan. 

Penyerahan piala dan bonus diserahkan di Lapangan Pegok Denpasar yaitu Juara I 15 juta, Juara II Rp. 10 juta, juara III = 5 juta dan Top skornya sebanyak  3 Juta rupiah.

Drs. I Wayan Tur Adnyana, M.Pd selaku Kepala SMPN 4 Kuta Selatan merasa sangat bangga dengan perolehan kesebelasan SMPN 4 Kuta Selatan yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Badung yang akan berlaga di LPI tingkat nasional Oktober mendatang.

Minggu, 16 Juni 2013

GURU dan SISWA



Antara GURU dan SISWA



Kalau anda bertanya kepada para siswa, apa bedanya guru dan siswa maka mereka akan dengan seragam mengatakan kalau guru mengajar dan siswa diajar dan heeeem belajar. Benarkah jawaban para siswa tersebut?

Guru adalah orang yang bertugas mendidik dan mentransferkan ilmunya kepada para peserta didiknya. Siswa adalah peserta didik yang berhak mendapatkan bimbingan dari seorang guru. Guru dan siswa adalah satu kesatuan dalam proses pendidikan. Masing-masing berperan dengan fungsi dan tugasnya masing-masing. Guru dan siswa sama-sama memiliki hak dan kewajiban.

Hak seorang guru adalah mengajarkan ilmunya, sedangkan kewajiban seorang guru adalah mentransferkan ilmu yang dimilikinya dengan gaya mengajar yang unik. Anda boleh berbeda dengan saya, karena banyak hak dan kewajiban seorang guru yang bisa dituliskan di sini. tapi intinya guru berhak mendapatkan kesejahtaeraan yang layak setelah segala kewajibannya telah dia penuhi. Sama halnya dengan seorang warga negara yang baik. Dia memiliki kewajiban membayar pajak kepada negara, tetapi setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan yang layak dari negara.

Hak seorang siswa adalah mendapatkan bimbingan dan pelayanan prima dari guru. Sedangkan kewajiban siswa yang utama adalah belajar, berusaha memahami ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh gurunya. Di sinilah terjadi proses interaksi guru dan siswa. Siswa dan guru sebenarnya sama-sama belajar. Mereka melakukan apa yang disebut proses pembelajaran. Dari proses pembelajaran inilah didapatkan potensi unik siswa dan hasil belajar yang diharapkan. Guru mengajar, siswa diajar. Guru mengawasi, siswa mengerjakan kegiatan yang diperintahkan guru. Semua perintah guru itu tertulis dalam apa yang disebut rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Namun, seiring berjalannya waktu, peran dan fungsi mereka tidak lagi diajar dan mengajar. Guru dan siswa sebenarnya sama-sama belajar. Di sanalah terjadi proses pembelajaran. Sebuah proses yang membawa guru dan siswa berinteraksi dalam memahami materi pelajaran. Guru dan siswa sama-sama mengupas kebenaran yang terjadi dalam khasanah ilmu pengetahuan yang beragam. Di sanalah terjadi proses yang disebut saling memberi informasi dan saling berkomunikasi. Dimana siswa bertanya, guru menjawab. Begitupun sebaliknya, bila guru ingin menguji sampai dimana pemahaman siswa tentang materi yang diberikannya. Sebenarnya dalam era TIK sekarang ini banyak guru yang belajar dari siswa. Banyak guru yang belum melek TIK, dan belajar dari para siswanya. Akhirnya siswa mengajar guru, dan guru diajar siswa. Dimana pernah terjadi ada siswa SMK yang mengajari gurunya berinternet ria. Salahkah? Tidak. Itu sudah biasa.

Pembelajaran yang berkualitas dapat tercapai karena adanya guru yang memahami perannya dengan baik, sehingga siswa merasakan bahwa gurunya adalah guru yang bisa mendampinginya dalam memahami khasanah ilmu pengetahuan yang bertebaran di muka bumi ini. Guru memerlukan siswa, siswa memerlukan guru. Adakah guru tanpa siswa? Lalu adakah siswa tanpa guru? Guru dan siswa seperti romeo dan yuliet yang saling menyayangi dan membutuhkan. Kalau ada kasus, dimana guru sampai menampar siswa, itu tandanya nilai-nilai kasih dan sayang telah berkurang di hati guru. Mungkin guru itu perlu belajar dan menonton film Romeo and Yuliet. Atau juga perlu menonton film best seller laskar pelangi berkali-kali.

Guru dan siswa adalah pasangan pembelajaran yang tak akan pernah hilang dalam dunia pendidikan kita. Tinggal kita mengolahnya menjadi pasangan yang indah, penuh warna-warni bak pelangi, dan disanalah para guru akan lebih mengenal karakter para siswanya dengan baik.

MOS DI SMPN 4 Kuta Selatan



TINGKATKAN KEDISIPLINAN MELALUI MASA ORIENTASI SISWA (MOS)
DI SMPN 4  KUTA SELATAN






 Komite SMPN 4 Kuta Selatan Membuka MOS


                Semangat siswa baru  menjadi tambah meriah ketika  terdengar teriak siap calon peserta  didik baru SMPN 4 Kuta Selatan. Dari tanggal 9 Juli 2012 kelurahan Benoa tepatnya di area Pasar sentral dipadati oleh calon siswa baru dan orang tua siswa yang sejak pagi berbondong-bondong melihat pengumuman penerimaan calon peserta didik baru di SMPN 4 Kuta Selatan.
                 Ketua Panitia PPBD Drs. I Nyoman Suwita ketika diwawancarai disela-sela kesibukannya menyatakan sangat kewalahan, banyaknya siswa yang mendaftar diluar dari prediksi, namun berkat kerja keras dari seluruh panitia akhirnya terselesaikan dengan baik.
Animo masyarakat besar sekali untuk memasukan anak mereka di SMPN 4 Kuta Selatan, ini  terbukti dari awal pendaftaran ulang 10 – 12 Juli 2012 masyarakat berdesak-desakan untuk mendaftaran anak-anaknya yaitu dari 4 kelas yang direncanakan (160 siswa), karena desakan dari orang tua siswa akhirnya diterimalah 8 kelas (341 siswa). Bagitu antusiasnya masyarakat terhadap sekolah ini, mengingat banyak prestasi yang telah diraih SMPN 4 Kuta Selatan dalam bidang akademik maupun non akademik baik ditingkat kabupaten, nasional bahkan di kancah internasional.
                Disisi lain pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dilaksanakan dari tanggal 16 sampai 18 Juli 2012 yang dibuka oleh Ketua komite I Wayan Rawan Atmaja, serta anggota komite yang lain dengan mengambil tempat di area parkir eks-tragia Kelurahan Benoa berlangsung ini berlangsung dengan hikmat. Dengan semangat perjuangan belajar seluruh calon siswa baru melaksanakan upacara dengan penuh disiplin. Kegiatan MOS yang beragendakan pencerahan kedisiplinan, tata tertib sekolah, abservasi lingkungan, hak dan kewajiban siswa, wawasan nusantara serta PBB dilaksanakan dengan penuh semangat oleh seluruh calon peserta didik baru.
                Penutupan MOS dilaksanakan di area Pura Gunung Payung Desa Adat Kutuh kecamatan Kuta Selatan kabupaten Badung yaitu yang dirangkaikan dengan kegiatan bhakti sosial dan penanaman pohon cepaka di areal pura, persembahyangan, dan penyerahan sumbangan berupa 4 buah tempat sampah, serta dana punia yang diserahkan oleh ketua panitia MOS I ketut Arka, S.Pd, M.MPd kepada Bendesa Adat Kutuh I Ketut Suwena S.Ag. Dengan penuh kehangatan Beliau menyapa seluruh panitia beserta calon peserta didik baru SMPN 4 Kuta Selatan dan berharap kegiatan-kegiatan serupa rutin dilakukan guna pengenalan lingkungan dan pura kepada seluruh siswa.
                                            

WAKIL BUPATI BADUNG TINJAU PELAKSANAAN UAN DI SMPN 4 KUTA SELATAN

WAKIL BUPATI BADUNG TINJAU PELAKSANAAN UAN 

DI SMPN 4 KUTA SELATAN





       Wakil Bupati Badung memberikan beasiswa kepada OSIS SMPN 4 Kuta selatan

 “Pantauan pelaksanaan UN di tingkat SMP ini dilihat dari sisi kesiapan pelaksanaan oleh panitia daerah sudah sangat siap dan tanpa hambatan, dari segi soal semuanya sudah klop, dari peserta semuanya mengikuti UN walaupun 1 orang siswa mengikuti UN di Rumah Sakit karena DB, dan tak kalah pentingnya semua pengawas hadir ”, ungkap Wakil Bupati Badung I Ketut Sudikerta saat meninjau pelaksanaan UN di SMPN 4 Kuta Selatan, Senin (22/4). Turut serta dalam peninjauan tersebut Inspektorat Kabupaten Badung, Kadis Pendidikan, Pemuda dan OlahRaga, Kepala Badan Kesatuan Bangsa,Politik dan Perlindungan Masyarakat, Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Kab. Badung.

        Sudikerta  dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan agar para siswa selalu tekun dan sungguh-sungguh  dalam menuntut ilmu sehingga dapat  menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa serta senantiasa dapat membantu orang tua sepulang sekolah. “Pulang sekolah jangan keluyuran lagi tapi lakukan hal yang bermanfaat bagi kita seperti membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu halaman, merapikan tempat tidur dan lainnya,” nasehat Sudikerta.

             Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 4 Kuta Selatan I wayan Tur Adnyana melaporkan disela-sela kunjungan bahwa ujian hari pertama adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Total siswa yang mengikuti UN sebanyak 334 siswa. Dari 334 siswa 333 siswa melaksanakan UN di sekolah sementara 1 siswa melaksanakan UN di rumah sakit karena Demam Berdarah. Adapun ruangan ujian yang dipergunakan sebanyak 17 ruangan dengan jumlah pengawas sebanyak 34 orang yang berasal 7 sekolah dari Rayon IX.

                        UN SMP ini dilaksanakan serempak di Kabupaten Badung dan selesai pelaksanaan UN hari ini, hasil UN akan diserahkan langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Badung yang berlokasi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Mangupraja Mandala. PUT-MB


Jumat, 30 November 2012

Tim Sepak Bola Fourkuseta Latih Tanding Di Kota Apel




TIM SEPAK BOLA SMP 4 KUTA SELATAN MENJAJAKI TIM-TIM UNGGULAN DARI KOTA MALANG

Malang, pertandingan sepak bola antara Tim Kesebelasan SMPN 4 Kuta Selatan dengan tim-tim sepak bola Kota Malang berlangsung sengit dalam rangka latih tanding untuk persiapan PORJAR dan Liga Pelajar yang akan dilaksanakan bulan maret mendatang.
Latih tanding dengan tim-tim unggulan dari kota apel ini dilaksanakan dari tanggal 3-4 Februari 2010. Kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Semeru desa Senduro dan Pura Giri Arjuno, dengan menggunakan 1 bus dan 1 mobil pribadi rombongan yang terdiri dari 35 siswa (pemain sepak bola), Kepala SMPN 4 Kuta Selatan, guru-guru dan pegawai SMPN 4 Kuta Selatan,  pelatih beserta orang tua beberapa pemain.

Ketika diwawancarai  Kepala SMPN 4 Kuta Selatan Drs. I Wayan Tur Adnyana, MM mengatakan bahwa “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan skill dan mental pemain ini guna persiapan PORJAR dan LPI yang akan dilaksanakanan bulan maret mendatang”.

Tur Adnyana juga menyatakan ,kalau ini meupakan  bonus kepada Tim SMPN 4 Kuta Selatan yang telah mendapat Juara I di kabupaten dan Juara III di Provinsi, maka dari itu bakat yang dimiliki harus diasah untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi malalui latih tanding dengan tim-tim unggulan seperti ini.
Pertandingan pertama  dilaksanakan hari jumat melawan tim sepak bola dari SSB Putra Dewa U-14 dan dari SSB Nussantara Malang U-16 dengan mengambil tempat di Lapangan Brawijaya Malang.

Tim SMPN 4 Kuta Selatan binaan dari I Nyoman Suasta S.Pd yang mana beberapa pemain juga ikut di SSB ARTANTA Taman Griya Jimbaran asuhan dari Bapak Maulala,  menurunkan 2 tim terbaiknya, tim I yang dimotori oleh Komang Aldi Saskara dkk, berhasil menahan imbang tim dari SSB Putra dewa dengan skor kacamata (0-0), sedangkan tim II dimotori oleh Indra Firgantara juga menahan imbang tim sepak bola dari SSB Nusantara dengan skor ( 1=1 ). Walaupun hujan membasahi lapangan namun kedua tim tetap semangat untuk memperoleh kemenangan berkat kegigihan dari seluruh pemain akhirnya dapat menahan imbang tim tuan rumah yang notabena adalah tim-tim tangguh dari kota malang.
 
Tur Adnyana dengan dukungan dari orang tua pemain yang juga ikut diantaranya  si kembar Tri Saputra (gelandang) & Dwi setiawan (sayap kiri) yaitu Bapak Mangku Sueca,I Made Sarwa sekeluarga yaitu Bapak dari Komang Aris Setyawan (penjaga gawang).

Nyoman Suasta selaku pelatih Tim SMPN 4 Kuta Selatan Juga Mengakui keunggulan Arema, baik dari segi teknik, maupun dari kesiplinan bermainya yang patut di contoh. Walaupun belum memperoleh kemenangan namun tim-nya sudah berjuang dan berusaha memberikan yang terbaik, disinilah mereka banyak belajar untuk dapat meningkatkan kemampuan.

Tim Akademi Arema dengan coats Doni Suherman dan Menajernya Prayitno Setiawan menyatakan bahwa tim SMPN 4 Kuta Selatan tidak kalah bagus karena dapat memberikan perlawanan untuk tim-nya yang mana sebagian besar pemainnya duduk di bangku SMA.